Gifted Underachiever . . .
Pernahkah Anda mendengar istilah "anak underachiever"? Mungkin istilahini memang cukup asing bagi sebagian dari kita. Namun sebenarnyaanak-anak "underachiever" banyak kita temui dalam kehidupansehari-hari. Sekarng ini saya akan membahas mengenai anakunderachiever, mulai dari definisi, ciri-ciri, sampai penyebabnya. Anak "underachiever" adalah anak yang berpotensi (berbakat), namuntidak berprestasi. Ada beberapa fakta mengenai anak "underachiever" --berdasarkan hasil penelitian: 1. "Underachiever" di Amerika ternyata jumlahnya cukup banyak, sekitar10-40 persen dari populasi anak berbakat/istimewa (gifted). Mengapaanak istimewa? Karena penelitian terhadap anak "underachiever"biasanya dilakukan kepada anak istimewa, yang IQ-nya di atasrata-rata. 2. Prestasi yang rendah merupakan gejala dari berbagai masalah pribadisosial. Artinya, masalah "underachiever" ini sangat kompleks, bisadari masalah pribadi (kesehatan, psikologis) dan sosial (keluarga,sekolah, teman). 3. Sekolah menjadi prioritas yang terakhir. Bagi anak "underachiever"kegiatan lain yang mereka sukai lebih dominan. Sedangkan definisi dari "underachiever" adalah prestasi akademis anak lebih rendahdaripada perkiraan berdasarkan umur, kemampuan, dan potensi. Contohnyaanak kelas 2 SD, seharusnya bisa perkalian sampai 10, namun anak itutidak bisa (berdasarkan perkiraan umur). Berkaitan dengan kemampuandan potensi, sebagai contoh, kita melihat anak kita pintar bermainsuatu permainan (game). Ia dengan sangat cepat menguasai permainantersebut, tetapi untuk belajar berhitung dan menulis di sekolah, dialamban sekali. Kita tahu anak kita cerdas, namun tidak menonjol disekolah. Ciri-ciri dari "Underachiever" adalah1. IQ lebih tinggi daripada prestasi.2. Prestasi tidak konsisten: kadang bagus, kadang tidak.3. Tidak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).4. Rendah diri.5. Takut gagal (atau sukses).6. Takut menghadapi ulangan.7. Tidak punya inisiatif.8. Malas, bahkan depresi. Ada banyak penyebab anak menjadi "underachiever", termasuk lemahbelajar (learning disabled). Namun, kali ini saya akan memfokuskanpada satu penyebab, yaitu cara kita membimbing mereka baik di rumahmaupun di sekolah dengan memakai metode "one size fits all" (ataudalam ukuran baju disebut free size atau all size). Artinya, anakdipaksa mengikuti sistem yang ada. Misalnya, guru mengatakan bahwakurikulum sudah demikian, maka anak harus mengikutinya. Lalu apa kataorang tua? Orang tua hanya menurut dan berkata, "Apa yang dikatakanguru sudah bagus. Kamu harus ikut sistem sekolah!" Prestasi anakmenjadi rendah, namun tidak pernah terpikirkan bahwa mungkin caranyayang salah, bukan anaknya. Lalu bagaimana solusinya???solusinya adalah, anak-anak "underachiever" butuh kasih sayangyang lebih. Orang tua dan para pendidik perlu menerima anak apaadanya. Untuk mengatasi metode "one size fits all", kita butuh programyang sangat spesifik untuk tiap-tiap anak dalam sistem/kurikulum yangkita susun. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengenalikeunikan anak, sehingga kita bisa menciptakan lingkungan yang menjaminkesuksesan bagi tiap anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar