Sabtu, 21 Mei 2011

ANDRAGOGI . .

Andragogi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Andra berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin. Perdefinisi andragogi kemudian dirumuskan sebagai "Suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar".
Kata andragogi pertama kali digunakan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan dan merumuskan konsep-konsep dasar teori pendidikan Plato. Andragogi, juga merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan.
Apa itu pendidikan orang dewasa dan bagaimana dia berbeda dalam teori dan praktek dari persiapan pendidikan anak-anak dan pemuda. Pendidikan orang dewasa didefinisikan, digambarkan serta dipertimbangkan dalam hubungannya dengan profesi pelayanan manusia yang lain.

karakteristik andragogi menurut Malcom Knowles (1984), dalam bukunya, “Self-directed Learning”. 

1.       Kita lihat dari sisi siswa atau pemelajar.
   Siswa adalah mandiri (dialah yang mengarahkan dirinya untuk belajar apa dan bagaimana). Jadi,dialah yang bertanggung jawab atas belajarnya sendiri bukan guru, guru hanya sebatas fasilitator. Begitu pula dengan evaluasi, siswa penting sekali diberikan peluang yang cukup besar untuk melakukan evaluasi diri (self-assessment). 

2.       Kita lihat dari sisi peran pengalaman siswa atau pemelajar
   Pemelajar mengalami sesuatu secara leluasa. Pengalaman menjadi sumber utama mengidnetifikasi penguasaan dirinya akan sesuatu. Satu sama lain saling berperan sebagai sumber belajar. 


  3.    Kita lihat dari sisi orientasi terhadap belajar.
 Pemelajar harus memiliki keinginan untuk menguasai suatu pengetahuan/keterampilan tertentu, atau pemecahan masalah tertentu yang dapat membuat ia sendiri puas. Pelajaran harus relevan dengan kebutuhan tugas nyata pemelajar itu sendiri. Mata ajar didasarkan atas situasi pekerjaan atau kebutuhan real pemelajar, bukan berdasarkan topik-topik tertentu yang sudah ditentukan.

       4.       Kita lihat dari sisi motivasip belajar
        Motivasi lebih bersifat internal, datang dari diri sendiri sebagai wujud dari aktualisasi diri, penghagraan diri dan lain-lain.

Kesimpulan dari karakteristik andragogi dalam bukunya, “Self-directed Learning” adalah Andragogy memang merupakan teori orang dewasa. Oleh karena itu, orang dewasa harus diajar dengan pendekatan andragogi seperti dijelaskan di atas.


Andragogi (Andragogy), terdiri dari strategi belajar yang terfokus pada orang dewasa. Hal ini sering diartikan sebagai proses melibatkan siswa atau pembelajar dewasa dengan struktur belajar pengalaman. Awalnya digunakan oleh Alexander Kapp (pendidik Jerman) pada tahun 1833, Andragogi dikembangkan menjadi sebuah teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Malcolm Knowles.

Knowles menegaskan bahwa Andragogi (Yunani: “Orang-terkemuka”) harus dibedakan dari pedagogi lebih sering digunakan (bahasa Yunani: “anak-terkemuka”).

Teori Knowles ‘dapat dinyatakan dengan enam asumsi yang berhubungan dengan motivasi belajar orang dewasa:
  1. Orang dewasa perlu mengetahui alasan untuk belajar sesuatu (Harus Tahu)
  2. Pengalaman (termasuk kesalahan) menyediakan dasar untuk kegiatan belajar (Foundation).
  3. Orang dewasa harus bertanggung jawab atas keputusan mereka untuk pendidikan, keterlibatan dalam perencanaan dan evaluasi instruksi mereka (Self-konsep).
  4. Orang dewasa yang paling tertarik untuk belajar mata pelajaran memiliki relevansi langsung dengan pekerjaan mereka dan / atau kehidupan pribadi (Kesiapan).
  5. belajar dewasa adalah masalah-berpusat daripada konten berorientasi (Orientasi).
  6. Orang Dewasa merespon lebih baik untuk motivator internal versus eksternal (Motivasi).
Istilah Andragogi ini telah digunakan oleh beberapa untuk memungkinkan diskusi tentang kontras antara mandiri dan ‘mengajar’ pendidikan.

http://imtaq.com/perbedaan-pedagogi-dan-andragogy/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar