Minggu, 13 April 2014

Mengajar, Ahli Pedagogi, dan Paradigma Belajar

   Mengajar berasal dari kata ajar yang berari memberikan petunjuk atau menyampaikan informasi ,pengalaman, pengetahuan dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami.Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan mengajar yang mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran, sehingga terjadi proses belajar mengajar.

      Elemen elemen  yang terlibat dalam aktivitas mengajar meliputi tujuan, bahan ajar,interaksi guru siswa dengan perekat kemampuan pengelolaan kelas dan evaluasi hasil belajar sebagai produknya.pengajaran didefenisikan sebagai interaksi antara siswa dalam rangka mengelaborasi bahan ajar dengan dukungan kemampuan pengelolaan kelas yang baik untuk mencapai tujuan tertentu berupa hasil belajar siswa.hasil belajar itu diketahui melalui evaluasi.

      Kegiatan mengajar yang unggul yang baik apabila dapat memotivasi siwa belajar secara berkelanjutan, substansial dan positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak dan merasa. Seorang guru sebagai salah satu pemberi energi siswa dalam belajar.bedasarkan hasil kajian terhadap beberapa referensi, guru dengan kemampuan mengajar yang unggul memiliki karakteristik seperi ini :
1   Keahlian pokok, diantaranya: 
     Memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran secara menyeluruh
     Menguasai materi lebih jauh dari sekadar yang tertuang dalam buku teks 
    Meneliti dan mengembangkan pikiran-pikiran penting dan asli mengenai materi pelajaran       khusus Memilii minat yang kuat dalam isu isu

2   Ahli pedagogis, diantaranya:
     Mengevaluasi dan menilai siswa secara adil dan cepat
     Memberikan umpan balik secara teratur, konstruktif, dan obyektif untuk siswa  
     Mempromosikan penemuan siswa  

3   Komunikator yang unggul, diantaranya:   
     Menunjukkan kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan yang efektif  
     Membantu siswa belajar menggunakan keterampilan berkomunikasi yang efektif   
     Menggunakan bahasa sebagai jembatan budaya 
     Mendalami secara kontynue mata pelajaran

4   Mentor yang berpusat pada siswa, diantaranya: 
     Membuat siswa dengan mudah memahami kepribadiannya  
     Menjadikan dan membuat kegiatan belajar siswa sebagai prioritas tertinggi   
     Menyediakan waktu secara ikhlas untuk mempengaruhi motivasi belajar siswa   
     Membuat siswa dengan mudah memahami kepribadiannya

5   Asesor yang sistematis dan berkelanjutan, diantaranya:  
     Mengakui keterbatasan dan kekurangan sendiri
     Mendukung upaya pengujian untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelajaran 
Mengembangkan dan menggunakan hasil penilaian untuk terus meningkatka pengalaman belajar siswa sesuai dengan tujuan program  
    Mengetahui keterbatasan dan kekurangan sendiri 
      
 Guru memiliki strategi mengajar dalam mendidik siswanya yang didasari pada paradigma yang berbeda mengenai cara siswa belajar. Guru akan menjadi lebih efektif bila ia secara sadar memilih untuk menggunakan strategi belajar, memperluas perbendaharaan strategi, dan ahli dalam menggunakan strategi belajar itu. Lima strategi belajar yang dimaksud yaitu :
a.        Strategi 1: Pelatihan dtean pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan ketrampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas, melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu, dan memperkuat setiap kemajuan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan psikologi perilaku.

b.       Strategi 2: Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami, mudah diproses, dan diingat. Strategi ini didasari oleh temuan psikologi kognitif.

c.       Strategi 3 : Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan tentang proses berpikir dan penilitian psikologis pada penalaran dan kreativitas.

d.      Strategi 4: Kelompok dan tim, yaitu berbagi informasi, bekerja secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. Strategi ini didasari oleh hasil temuan tentang komunikasi kelompok dan tim.

e.       Strategi 5: pengalaman dan refleksi, yaitu mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang terjadi di lingkungan kerja, magang, studi wisata, atau kegiatan diluar ruangan. Strategi ini didasari oleh hasil temuan teori belajar holistik dan teori-teori konseling yang memfasilitasi wawasan dan pemahaman diri.

      Kelima strategi diatas menyediakan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengorganisasikan kegiatan pembelajaran. Kelimanya dapat digunakan dengan materi pelajaran dalam pengaturan apapun dan di setiap kelompok usia siswa, bahkan juga untukk siswa perguruan tinggi. Lima strategi, bersama dengan tiga perspektif (materi pelajaran, cara mengelola/mengatur pembelajaran, dan siswa) menyediakan informasi dasar profesional bahwa setiap guru agar menjadi lebih efektif dalam melaksanakan tugasnya. Selebihnya tentu mengandalkan pelatihan, kesabaran, dan kerja keras.

Daftar Pustaka: 
Danim, Sudarwan (2010). Paedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta


Laporan Wawancara

BAB I
PENDAHULUAN
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada serta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari dimana pun dan kapan pun, baik individual, kelompok maupun dilembagakan. Banyak orang yang mengatakan bahwa mengajar adalah ilmu. Bagi mereka, kegiatan mengajar harus berbasis dan dipandu oleh ilmu. Dimana menekankan aspek ilmiah dalam kegiatan pengajaran dan berfokus pada cara-cara melakukan sistematis komunikasi antara guru dan siswa.
Banyak juga orang yang mengatakan bahwa mengajar adalah seni. Orang-orang ini percaya bahwa memposisikan mengajar sebagai aktivitas “ilmiah” memang dapat diformalkan, namun jika hal itu menjadi resep pendekatan yang memaksa, makan akan terjadi birokratisasi dan pemaksaan aktivitas belajar. Elliot Eisner berpendapat bahwa, seorang guru dapat menampilkan dirinya jauh lebih seperti seniman daripada ilmuwan. Dimana pengajaran melibatkan penilaian kompleks yang terbentang sepanjang pengajaran itu sendiri.
Pada masa sekarang ini, terkadang guru tidak hanya dituntut untuk lebih aktif dalam mengajar, tetapi juga dituntut untuk lebih bisa memahami kebutuhan siswanya dalam menghadapi perubahan perkembangan zaman yang semakin tidak terkendalikan. Dimana guru dituntut memiliki pengetahuan yang sangat luas terhadap berbagai bidang dan guru  juga diharuskan untuk “’melek” dengan teknologi. Artinya, tidak hanya terpaku pada model pembelajaran yang kaku, tetapi guru harus bisa memodifikasi cara pembelajaarn yang lebih luwes, sehingga para siswa tidak merasa bosan ketika proses pembelajaran dimulai dan membuat siswa mau untuk lebih mengenal teknologi yang sedang berkembang ini.
Untuk itu, bagaimana peran guru di sekolah tidak lagi sebagai pemberi atau sumber dari ilmu, tetapi lebih kepada pembimbing dalam menghadapi perkembangan zaman. Bagaimana prinsip dan metode yang diterapkan oleh seorang pendidik ketika mengajar menjadi salah satu aspek penting yang harus di perhatikan oleh seorang pendidik.
Disini saya mewawancarai seorang guru yang bisa dibilang cukup lama menggajar yaitu ± 6 tahun, dengan berbagai ilmu yang beliau ajarkan. Beliau mengajar dari beliau kelas 2 SMA yang awal hanya mengajar anak SMP saja dan sekarng beliau sudah mengajar private untuk anak SMP dan SMA. Disini tujuan saya dalam wawancara ini adalah untuk mengetahui dinamika dalam mengajar seorang guru dan kenapa alasannya saya memilih beliau karena beliau sudah termasuk dalam kriteria.


BAB II
HASIL WAWANCARA

2.1 Biodata
Nama                                       : IKO (inisial)
Usia                                         : 23 TAHUN
Lama Mengajar                       : 6 TAHUN

2.2 Hasil Wawancara
1.      Iter  : Sudah berapa lam Anda mengajar sebagai guru private?
            Itee : Saya sudah lama mengajar, kurang lebih saya mengajar sudah 6 tahun.
2.      Iter  : Menurut Anda bagaimana pendidikan yang ada di Indonesia ini ?
Itee :Menurut saya pendidikan di Indonesia sudah baik tapi cara pengajaran atau penyampaian kepada muridnya tekadang tidak melalui prosedur dari pendidikan yang ditetapkan. Selain itu sarana dan prasarana sekolah yang ada di indonesia khususnya di sekolah negeri masih belum memadai.
3.      Iter  : Menurut pandangan Anda, pembelajaran, pengajaran, dan siswa itu seperti apa ?
Itee : Menurut saya,  pembelajaaran adalah proses dalam belajar yang melibatakan adanya peran dari seorang guru dan murid, dimana guru membimbing muridnya dalam proses belajar sedangkan pengajaran sendiri adalah apa yang di berikan oleh guru kepada siswanya tergantung dari situasi dan kebutuhan  yang mendukung adanya proses pengajaran yang aktif. Dan menurut saya siswa sekarang ini semakin aktif apalagi sekarang zaman sudah makin canggih tapi tetap kita sebagai guru juga harus membimbingnya agar tetap sejalan dengan arahan kita.
4.      Iter  : Apa motivasi yang mendasari Anda untuk menjadi seorang pendidik?
Itee : Motivasi saya mengajar karena selain saya ingin mandiri, saya juga ingin mendapatkan uang tambahan buat keperluan kuliah. Dari uang tambahan ini saya sudah bisa membiayai kuliah saya sendiri.
5.      Iter : Menurut sudut pandang Anda, bagaimana Anda melihat peserta didik zaman sekarang?
Itee : Menurut saya siswa sekarang lebih pintar dibandingkan siswa zaman dulu, karena siswa sekarang sudah mengerti teknologi, bahkan anak kecil saja sudah mengerti teknologi tetapi banyak juga siswa sekarang yang salah menggunakan kecanggihan teknologi sekarang ini. Contohnya saja anak zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain internet dibandingkan belajar, ini membuat siswa tidak konsentrasi belajar ketika sedang belajar di kelas. Dan kecanggihan teknologi ini bisa membuat siswa zaman sekarang terlalu cepat mendapatkan informasi yang sebenarnya belum sesuai dengan usianya.
6.      Iter :   Apa filosofis Anda dalam mengajar?
Itee : Saya lebih memotivasi murid-murid saya, apa lagi sekarang murid-murid saya sudah mau Ujian Nasional jadi saya harus lebih menyemangati mereka belajar.
7.      Iter : Bagaimana cara Anda memotivasi peserta didik Anda untuk belajar ?
Itee : Biasanya saya membuat games masih terkait dengan materi atau saya membantu mereka dengan membuatkan mereka cara cepat untuk mengahapalkan suatu materi. Ya intinya apa yang saya lakukan itu untuk membangun minat siswa untuk belajar dengan cara yang mengasyikan.
8.      Iter : Strategi seperti apa yang Anda gunakan ketika mengajar ?
Itee : Dalam mengajar saya biasanya menggunakan strategi yang bervariasi, tapi biasanya membentuk kelompok, kemudian berdiskusi dengan kelompok mereka terkait masalah yang sesuai dengan topik tertentu
9.      Iter ;  Pendekatan seperti apa yang Anda gunakan dalam mengajar ?
Itee : Saya mengguankan PTK ( Pendekatan Tindak Kelas ) dimana saya lebih memperhatikan murid-murid yang lambat menangkap pelajaran yang saya berikan, kemudian lebih attention terhadap murid yang belum paham tersebut.
10.  Iter : Pengalaman unik seperti apa yang pernah Anda alami selama menjadi tenaga pengajar ?
Itee : Banyak sekali pengalaman unik saya ketika mengajar berhubungn saya mengajar kurang lebih dari 6 tahun,  yang paling saya ingat, ketika saya menggajarkan anak murid saya melaui games dimana mereka mendengarkan saya dengan seksama dan karena saya mengajar kurang lebih dari 20 orang anak dalam satu kelas jadi ada-ada saja tingkah mereka, dengan berbagai karakter anak  saya sebagai guru di tuntut untuk harus lebih sabar, dan lebih memahami karakter dari masing-masing anak.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Seni dan Ilmu Mengajar
Mengajar merupakan seni dan ilmu mentransfromasikan bahan ajar kepada peserta didik pada suatu situasi dengan menggunakaan media tertentu. Seni mengajar dapat terlihat dengan adanya interaksi pembelajaran secara langsung antara guru dengan siswanya. Pembelajaran merupakan aktivitas dimana guru membantu siswa untuk dapat memahami berbagai pengetahuan. Guru tidak hanya harus memahami berbagai pengetahuan tetapi guru juga harus mampu melihat apa yang terjadi dikelas dan mengetahui bagaimana cara yang harus dilakukan tentang apa yang dilihat. Disini Iko (inisial) menerapkan konsep mengajar seperti mendorong dan membangkitkan gairah baru siswa untuk membangun jembatan antara apa yang mereka ketahui dan dapat lakukan, serta bagaimana mereka mampu menjadi pembelajar yang kontinyu.
Guru memfasilitasi siswa tidak hanya sekedar berperan sebagai sumber ilmu, melainkan juga dapat memotivasi mereka, menangkap pikiran dan hati mereka serta dapat melibatkan siswa secara lebih aktif dalam pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran yang baik menuntut kehadiran guru yang baik pula. Guru yang cerdas mencerminkan keterpelajaran dimana guru yang efektif dapat menginspirasi siswa dan memprovokasi dengan baik muridnya. Selain itu guru yang cerdas memiliki intergritas yang tinggi, dan terakhir harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan peserta didiknya. Dan esensinya guru dapat menggunakan gaya apa saja, asalkan dengan cara itu dia mampu membuat standar dan perilaku mengajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan mudah dan benar.

3.2 Mengajar, Ahli Paedagogi, dan Paradigma Mengajar
Dalam  mengajar tentunya tidak terlepas dari elemen-elemen yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari proses pembelajaran. Elemen-elemen tersebut terdiri dari tujuan, bahan ajar, adanya interaksi antara guru dengan siswa, bagaimana pengelolaan kelas, dan evaluasi, dengan hasil belajar sebagai produknya. Ketika semua elemen saling bersinergi untuk mendukung tercapainya tujuan dari proses tersebut yang telah ditentukan, kegiatan belajar mengajar yang efektif akan terbentuk. Metode pembelajaran yang digunakan oleh Iko (inisial) bukan hanya berpusat pada pengetahuan yang ia berikan saja, tetapi juga meminta muridnya untuk bisa berpikir kreatif atau mengkaji ilmu yang ia berikan dan kemudian mempraktekan ilmu tersebut, artinya dimana metode yang digunakan bukan hanya teacher centered, tetapi mengkombinasikan juga pembelajaran dengan basis student centered.
Kegiatan mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik, dimana siswa termotivasi untuk belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positif, terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak, dan merasa. Keunggulan ini juga bermakna suatu proses yang mengangkat motivasi belajar siswa ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan efek mengajar biasa. Kegiatan belajar semacam ini menginspirasi siswa untuk terus belajar. Seorang guru yang sangat baik dipandang sebagai sebagai salah satu energi yang memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa, termasuk meningkatkan minat siswa.
Di kelas, guru melakukan banyak sekali improvisasi di tengah-tengah tindakan melakukan pembelajaran altenatif. Mereka selalu mempertimbngkan akan melanjutkan atau memilih altrenatif lain dari kegiatana pembelajaran. Iko (inisial) juga melakukan hal yang serupa dimana ketika dalam proses belajar ada siswanya yang sulit mengerti terhadap suatu materi, beliau menggunakan strategi yang mudah supaya murid tersebut dapat memahami materi tersebut.
Setiap guru di dasari pada paradigma yang berbeda mengenai cara belajar siswa. Pembelajaran yang lebih akan terjadi ketika guru mulai mendapatkan pemahaman yang prima tentang bagaimana kegiatan belajar yang terjadi. Guru akan menjadi lebih efektif bila secara sadar dapat memilih menggunakan strategi mengajar tertentu, dan memperluas perbendaharaan stategi yang memungkinkan untuk diterapkannya di kelas. Jika dikaitkan dengan 5 strategi yang ada di buku, Iko (inisial) memiliki 4 strategi diantarnya yaitu,
  1. Ceramah dan Menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat di pahami, mudah diproses, dan diingat.
  2. Mencari dan Menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir dan memecahkan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan.
  3. Kelompok dan Tim, yaitu berbagi informasi, bekerja secara kooperatif pada pembelajaran proyek, seta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melaui proses belajar kelompok.

3.3  Guru yang Sukses dan yang Salah
Pengajaran benar-benar sebuah profesi yang mulia, demikian pendapat Mellisa Kelly. Profesi ini merupakan salah satu profesi yang sangat menyita waktu dan memerlukan komitmen dari guru yang menyandang profesi itu.
Menurut Mellisa Kelly guru paling sukses memiliki beberapa karakteristik umum. Setiap guru bisa mendapatkan keuntungan dari focus pada kualitas penting ini. Keberhasilan dalam mengajar, seperti juga disebagian besar wilayah kehidupan, hamper seluruhnya tergantung pada sikap dan pendekatan Anda. Berikut adalah enam besar kunci sukses menjadi seorang guru yang sukses:
  1. Rasa humor. Rasa rumor ini bisa membantu Anda menjadi guru yang sukses. Dimana rasa humor Anda dapat meringankan situasi kelas sebelum menjadi gangguan yang menegangkan dan juga meningkatkan perhatian bagi siswa. Dan yang lebih penting, rasa humor akan memungkinkan Anda untuk melihat sukacita dalam hidup dan membuat seseorang lebih bahagia.
  2. Bersikap positif. Sikap positif merupakan asset terbesar dalam hidup. Sikap ini akan membantu Anda mengatasi dalam mengajar dengan cara terbaik.
  3. Harapan tinggi. Guru yang efektif harus memiliki harapan yang tinggi. Harapan Anda akan menjadi salah satu faktor kunci dalam membantu siswa belajar dan mencapai hasil belajar yang sangat baik.
  4. Konsistensi. Kekonsisten Anda dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi siswa dan mereka akan lebih mungkin untuk berhasil. Dimana mereka akan menyukai lingkungan yang aturan-aturannya tidak terus berubah.
  5. Keadilan. Dimana seorang guru yang adil memperlakukan siswa yang sama dalam situasi yang sama.
  6. Fleksibilitas. Salah satu prinsip pengajaran bahwa segala sesuatu harus dalam keadaan konstan berubah. Interupsi dan gangguan adalah normal, dan kita harus siap memodifikasi perilaku dan sikap manakala itulah adalah pilihan yang benar.

Guru yang paling dikagumi adalah mereka yang tetap ingin tahu pentingnya intelektual dan professional, baik didalam maupun dilauar kelas selam beberapa dekade. Mereka tetap hidup dalam kenagan siswa selamanya karena kreativitas, rasa menyenangkan, dan belas kasihan mereka. Berikut adalah kualitas guru yang diduga kuat paling sukses berkontribusi bagi karir mengajar guru:
a.       Guru yang sukses memiliki harapan tinggi secara terus menerus.
b.      Mereka berpikir kreatif
c.       Fleksibel dan sensitive tingkat tinggi
d.      Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan berkembang atau kuriositas.
e.       Mereka adalah manusia sempurna. Guru yang membawa seluruh dirinya untuk pekerjaan dan mengakui secara jujur ketika mereka tidak tahu jawabannya.
f.       Guru yang sukses senang belajar dan menjalani kehidupan.

Menurut Beth Lewis, orang-orang memasuki profesi mengajar karena mereka ingin membuat perbedaan positif dalam masyarakat. Bahkan guru dengan niat murni tidak sengaja dapat mempersulit misi mereka jika tidak berhati-hati. Namun, guru-guru baru dan bahkan kadang-kadang guru yang menjelang veteran, akan bekerja keras untuk bersungguh-sungguh menghindari perangkap umum yang dapat membuat pekerjaan mereka lebih keras daripada yang inheren. Bantulah diri sendiri untuk menghindari perangkap kesalahan dibawah ini dalam menjalani profesi guru secara seumurnya:
a.       Menjadikan siswa mereka sebagai teman kebanyakan.
b.      Menjadi terlalu mudah bertoleransi pada kedisiplinan.
c.       Tidak menyiapkan organisasi kerja yang benar dari awal
d.      Meminimalkan sumbatan komunikasi dan keterlibatan orang tua
e.       Terlibat dalam perangkap politik kampus yang menyebabkan terganggunya kesempatan yang sama bagi guru baru dan veteran
f.       Mengisolasikan diri dari komunitas sekolah
g.      Bekerja terlalu keras sehingga kehilangan waktu istirahat.
h.      Tidak mau meminta bantuan.
i.        Menjadi terlalu optimis dan terlalu mudah putus asa.
j.        Menjadi terlalu keras pada diri sendiri.

3.4  Kaitan dengan Prinsip Paedagogis
Menurut Fatima Addine (2001) prinsip-prinsip pedagogi adalah tesis dasar teori psikopedagogis, pada arah pedagogis yang menjadi standard an prosedur tindakan untuk menentukan dasar pedagogis yang paling penting dalam proses pendidikan kepribadian.
Menurut Addine (2001), diantara prinsip-prinsip pedagogis itu adalah:
1.      Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses paedagogis yang menyoroti bahwa setiap proses paedagogis harus terstruktur berdasarkan temuan yang paling maju.
2.      Mengkombinasikan karakter kolektif dan individual pendidikan, serta penghormatan terhadap kepribadian siswa. Seperti yang dilakukan oleh Iko (inisial) yang mengajarkan 20 orang siswa yang tentunya memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Dengan perbedaan tersebut, menuntut beliau untuk dapat memahami karakter satu per satu siswanya dan menanganinya sesuai dengan kepribadian siswa tersebut.
3.      Kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses, karean didasarkan pada kesatuan dialektis antara pendidikan dan pengajaran yang harus terkait dengan kegiatan pembangunan pada umumnya.
4.      Proses paedagogis harus terstruktur berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia.
5.      Masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait satu sama lain.

Guru harus mampu mencapai kemampuan profesional tingkat tinggi. Kemampuan itu bisa dicapai melaui pendidikan persiapan, praktik kerja lapanag, pendidikan profesi, dan pengembangan profesional berkelanjutan, yang semuanya ditujukan untuk dapat memebentuk karakteristik guru yang profesional. Menurut Vygotsky, dimensi-dimensi yang membentuk guru profesioanl adalah sebagai berikut :
1.      Pembentukan guru sebagai pribadi yang utuh. Guru diharapkan mampu membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam setiap aspek perkembangan kepribadian dan dimensi sosialnya
2.      Pembentukan karakter yang sistematik yang diperlukan untuk memberdayakan siswanya
3.      Pembentukan karakter yang terpribadi ( Personalized character ) yaitu dengan individualisasi ( orientasi pada orang tertentu secara individual ) dan integrasi ( orientasi pada orang-orang secara menyeluruh )
4.      Pembentukan karakter preventif, tidak hanya fokus pada pemecahan masalah melainkan dalam rangka mengantisipasi kesulitan dalam situasi defisit yang dapat menghambat pemenuhan tujuan
Sebuah proses paedagogis sekolah memiliki karakteristik penting, yaitu sistematis, terencana, terarah dan spesifik untuk pengembangan siswa dan keterkaitannya dengan guru, tindakan-tindakan yang bersifat langsung, dan tidak terpisahkan dari pengembangan kepribadian. Proses belajar-mengajar yang terpadu berfokus pada pembentukan kemampuan, keterampilan, dan kepribadian siswa secara seutuhnya.


BAB IV
KESIMPULAN

Dari hasil wawancara dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar serta pembelajarn, guru dan siswa merupakan suatu elemen yang saling berketerkaitan yang erat. Kesuksesan dari seorang guru di lihat dari bagaimana hasil evaluasi yang didapatkan anak, seberapa efektif metode yang ia terapkan, bagaimana ia mampu memotivasi anak untuk belajar bukan hanya sebagai kewajiban tetapi sebagai kebutuhan, serta seberapa baikkah minat anak dalam emngikuti kegiatan belajar mengajar, semuanya didasari bagaimana pribadi guru tersebut menerapkan konsep-konsep dan teori-teori yang dipahaminya untuk mengajar dengan baik.
Seorang pendidik seperti Iko (inisial), sudah dapat dikatakan efektif yang telihat dari dinamika yang ia terapkan ketika sedang mengajar, seperti apa ia memotivasi siswanya, bagaimana ia bisa membuat suasana yang lebih inovasi dan tidak membosankan peserta dididknya, saling bebagi informasi, bekerja secara kooperatif, dan beliau juga meminta muridnya untuk bisa berpikir kreatif atau mengkaji ilmu yang ia berikan dan kemudian mempraktekan ilmu tersebut.


BAB V
SARAN

Saran saya untuk guru, metode yang digunakan sekarang sudah termasuk baik, namun akan lebih baik lagi jika itu terus dikembangkan dan direvisi menjadi semakin baik lagi. Dan saran saya untuk mata kuliah Paedagogi ke depannya untuk lebih berinovasi dan lebih mengeksplore pengetahuan yang ada sesuai dengan perkembangan zaman yang terupdate. selanjutnya terkait dengan kegiatan di kelas, belajar dengan suasana yang tidak begitu serius harus tetap dipertahankan, adanya games juga harus tetap ada, dan yang terakhir terkait dengan tugas dalam mata kuliah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi., Bandung: Alfabeta.



Sabtu, 05 April 2014

Laporan Proses Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Pedagogi

Kelompok 8 :
101301069 Zuhrati Desiana
101301088 Aprilia Windy
101301094 Ade Yunika
101301119 Efrianty Shaila

LAPORAN PROSES PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEDAGOGI

I.     Latar Belakang Rancangan Pembelajaran

Menurut Montessori (Hurlock, 1978) anak usia 3-6 tahun adalah anak yang sedang berada dalam periode sensitif atau masa peka, yaitu suatu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Menurut Hurlock (dalam  Sujiono  dan Sujiono, 2005) usia  3-5 tahun merupakan masa bermain. Karya seni menguntungkan semua aspek perkembangan anak. Saat anak menggambar, melukis, dan membuat potongan kertas, mereka bereksperimen dengan warna, garis, bentuk, dan ukuran. Anak-anak menggunakan cat, bahan-bahan, dan kapur untuk membuat pilihan, mencoba ide, rencana, dan eksperimen. Menurut Widarni (2008:3.12) para ahli teori perkembangan sependapat bahwa usia 0-6 tahun merupakan  the golden age (masa emas) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulang, perkembangan yang terjadi di masa awal cenderung permanen dan mempengaruhi sikap serta perilaku anak sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, kelompok memilih anak-anak usia empat tahun. Di mana masa ini adalah masa emas anak-anak dalam perkembangannya, baik itu dari segi perkembangan bahasa atau kognitifnya. Dan di masa ini juga, anak-anak melakukan eksperimen dalam hal bentuk dan mencari kata-kata baru yang belum mereka ketahui. Sehingga kelompok memilih tema ‘Bermain sambil Belajar’. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu bermain clay craft, bernyanyi bersama, story telling, berkenalan dengan jenis buah-buahan, mewarnai, dan menonton video alphabet.

Dalam proses pedagogis, kelompok menggunakan beberapa prinsip-prinsip pedagogis menurut Addine (2001) di antaranya adalah mengkombinasikan karakter kolektif dan saling terkaitnya satu sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian. Pada prinsip mengkombinasikan karakter kolektif, proses pedagogis ini terjadi pada konteks sekelompok orang yang dikumpulkan sesuai dengan kriteria yang berbeda dan mengadopsi karekteristik tertentu dimana setiap anggotanya memiliki kekhususan unik yang membedakan diri mereka dengan yang lain. Dan prinsip yang terakhir adalah saling terkait satu sama lain antara subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian. Contohnya, aspek kepribadian dibentuk serta dikembangkan atas aktivitas dan melalui proses komunikasi. Di mana kelompok meminta pada setiap anak untuk menceritakan aktivitasnya sehari-hari yang bertujuan untuk melatih keberanian anak untuk bercerita di depan orang lain.

Di sini kelompok memilih anak-anak yang berjumlah 3 orang. Kelompok mengajak anak-anak tersebut untuk ikut bergabung dengan kegiatan yang akan dilakukan kelompok dengan anak-anak melalui orangtuanya. Anak-anak tersebut ada yang sudah masuk ke sekolah dan ada yang belum. Satu orang anak yang kami ajak sudah masuk sekolah TK, sedangkan yang dua lagi belum masuk sekolah TK dan masih beraktivitas di rumah.

Kelompok akan melakukan kegiatan tersebut dengan jumlah pertemuan sebanyak tiga kali dengan durasi 60-75 menit setiap pertemuan. Kelompok melakukan kegiatan ini pada hari Rabu dan Jumat. Kelompok akan melakukan kegiatan ini di tempat yang sudah disediakan oleh salah satu orang tua dari peserta/anak-anak tersebut. Tempat tersebut berada di dalam ruangan yaitu in door. Ruang tersebut kira-kira 10 m x 5 m dan terdapt kipas angin, serta televisi. 

II.  Konsep Rancangan Pembelajaran
A.    Pembagian Sekuen Pembelajaran
1.      Pertemuan I
a.       Pendahuluan dan Perkenalan
-          Perkenalan anggota kelompok kepada anak-anak
Durasi : 5 menit
Tiap anggota memperkenalkan diri kepada anak-anak agar hubungan yang terjalin antara anak-anak dan anggota kelompok menjadi lebih dekat karena sudah saling mengenal.
-          Perkenalan tiap-tiap anak
Durasi : 10 menit
Setiap anak diminta untuk memperkenalkan dirinya dan menceritakan beberapa hal tentang dirinya, misalnya usia, sekolah (jika sudah sekolah), hobi, dan cita-cita anak. Hal ini bertujuan agar masing-masing anak serta kelompok saling mengenal dan mengetahui tentang anak tersebut. Dan juga untuk melatih verbal anak.
-          Bernyanyi bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok akan mengajak anak-anak untuk menyanyikan satu atau dua buah lagu anak-anak yang diketahui oleh semuanya. Hal ini bertujuan untuk membuat suasana lebih santai dan anak-anak dapat lebih dekat dengan kelompok.
b.      Inti
-          Memperkenalkan jenis-jenis buah
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan menunjukkan beberapa jenis buah-buahan yang sering dijumpai, seperti jeruk, tomat, pisang. Selain itu, kelompok juga akan menunjukkan beberapa gambar buah-buahan. Hal ini bertujuan untuk membuat anak-anak mengetahui nama buah-buahan yang sering dijumpai di sekitar kita.
-          Belajar mewarnai beberapa macam buah
Durasi : 20 menit
Anggota kelompok akan membagikan beberapa buah gambar buah-buahan dan meminta anak-anak untuk mewarnai gambar-gambar tersebut. Sebelum menggambar, anggota kelompok akan menanyakan kepada anak nama dari buah yang ada di gambar tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak telah mengetahui nama-nama buah yang telah diperkenalkan sebelumnya dan mengenalkan kepada anak-anak beberapa nama warna yang sesuai dengan buah yang ada di gambar. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk melatih motorik halus anak.
c.       Penutup
-          Makan buah bersama anak-anak
Durasi : 5 menit
Buah-buahan yang sebelumnya ditunjukkan kepada anak-anak untuk memperkenalkan nama buah-buahan, dibagikan kepada anak-anak dan dimakan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk membuat hubungan anak-anak dan kelompok semakin dekat lagi.
-          Penutupan kegiatan
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan pertama selesai.
2.      Pertemuan II
a.       Pendahuluan
-          Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti kegiatan.
-          Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b.      Inti
-          Bermain clay craft
Durasi : 20 menit
Anak-anak akan dibagikan clay craft oleh anggota kelompok. Anak akan dikenalkan beberapa nama warna sesuai dengan warna clay craft tersebut sekaligus menambah pengetahuan mengenai nama-nama warna yang sudah diajarkan pada pertemuan pertama. Kemudian, anak juga akan diminta untuk membuat bentuk apapun yang mereka inginkan menggunakan clay craft masing-masing kemudian menjelaskan bentuk apa yang mereka buat. Hal ini bertujuan untuk mengasah motorik pada anak dan juga melatih keberanian dan kemampuan verbal anak. Bagi anak yang telah menjelaskan hasil karyanya akan diberikan reward berupa permen.
-          Story telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat kepada anak-anak.
-          Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan.
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
c.       Penutup
-          Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok memberitahukan kepada anak-anak mengenai jadwal pertemuan selanjutnya. Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena masih berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam, kegiatan pada pertemuan ke dua selesai.
3.      Pertemuan III
a.       Pendahuluan
-          Pembukaan kegiatan
Durasi : 5 menit
Anggota kelompok mengucapkan salam pembukaan dan menyapa anak-anak yang siap untuk mengikuti kegiatan.
-          Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak
Durasi : 10 menit
Anak-anak diminta untuk menceritakan aktivitas mereka di hari tersebut mulai dari bangun tidur hingga sampai ke lokasi kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian anak-anak untuk bercerita di depan orang lain dan juga sebagai cara untuk membuat anak-anak dan kelompok lebih akrab lagi.
b.      Inti
-          Story telling
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menceritakan sebuah dongeng/cerita rakyat yang berbeda dari cerita di pertemuan sebelumnya kepada anak-anak.
-          Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan cerita yang telah diceritakan sebelumnya. Bagi anak yang dapat menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa permen.
-          Menampilkan video alphabeth
Durasi : 10 menit
Anggota kelompok akan menampilkan video tentang alphabeth kepada anak-anak. Setelah menampilkan video, anggota kelompok akan menuntun anak-anak untuk mengulang kembali lagu yang ada di video tersebut secara perlahan dan bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan huruf-huruf, sekaligus sebagai hiburan bagi anak-anak karena dilakukan sambil bernyanyi dan menonton video.
c.       Penutup
-          Bertanya tentang kesan kepada anak-anak
Durasi : 15 menit
Anggota kelompok akan menanyakan kepada masing-masing anak mengenai kesan yang dirasakan anak-anak dengan kegiatan bersama kelompok sejak pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Hal ini bertujuan untuk melatih verbal anak, memberikan kesempatan bagi anak untuk memberikan pendapatnya, dan sebagai feedback dari anak-anak bagi kelompok dari hasil kegiatan yang dilakukan kelompok.
-          Memberikan kenang-kenangan untuk anak-anak
Durasi : 5 menit
Kelompok membagikan kenang-kenangan berupa bingkisan sederhana sebagai ucapan terima kasih kelompok untuk anak-anak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
-          Penutupan acara
Durasi : 5 menit
Kelompok mengucapkan terima kasih kepada anak-anak karena telah berpartisipasi dalam kegiatan ini selama tiga kali. Kemudian memberi salam perpisahan kepada anak-anak sebelum kegiatan selesai. Setelah mengucapkan salam dan saling bersalam-salaman antara kelompok dan anak-anak, dan kegiatan pada pertemuan ke tiga selesai.


B.     Pembagian Tugas Kelompok
1.      Pertemuan I
-Perkenalan anggota kelompok kepada anak-anak dan Perkenalan tiap-tiap anak : Aprilia Windy
- Bernyanyi bersama anak-anak : Ade Yunika
-Memperkenalkan jenis-jenis buah dan Belajar mewarnai beberapa macam buah : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Makan buah bersama anak-anak : Ade Yunika
-Penutupan kegiatan : Aprilia Windy
-Observer : Zuhrati Desiana
2.      Pertemuan II
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak : Zuhrati Desiana
-Bermain clay craft : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Efrianty mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Story telling dan Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan : Aprilia Windy¸ dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Aprilia mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung
-Penutupan acara : Zuhrati Desiana
-Observer : Ade Yunika
3.      Pertemuan III
-Pembukaan kegiatan dan Menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak : Ade Yunika
-Story telling dan Melakukan tanya jawab bersama anak-anak terkait dengan cerita yang telah disampaikan : Zuhrati Desiana, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Desi mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung.
-Menampilkan video alphabeth : Efrianty Shaila, dua anggota kelompok lainnya bertugas membantu Shaila mengawasi anak-anak saat proses kegiatan berlangsung dan menjadi operator laptop.
-Bertanya tentang kesan kepada anak-anak : Ade Yunika
- Memberikan kenang-kenangan untuk anak-anak : Seluruh anggota kelompok
-Penutupan acara : Ade Yunika
-Observer : Aprilia Windy

C.    Alat Bantu yang Digunakan
1.      Pertemuan I
-          Gambar buah-buahan
-          Pensil warna/ Krayon
-          Kertas HVS bergambar buah-buahan
2.      Pertemuan II
-          Clay craft
-          Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
3.      Pertemuan III
-          Buku cerita dongeng/ cerita rakyat
-          Laptop

III.    Proses Pembelajaran
A.    Skenario
1.      Pertemuan I

Pertemuan awal akan dibuka oleh Aprilia saat semua anak telah berkumpul di dalam ruangan yang sudah disepakati sebelumnya bersama para orang tua. Kegiatan akan dibuka dengan salam pembuka sebagai berikut :

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi adik-adik semuanya. Apa kabar? Sehat kan? Hari ini, kakak-kakak di sini akan mengajak kalian semua bermain dan belajar bersama-sama. Nah, sebelum kita mulai kegiatan kita, sebelumnya kakak akan memperkenalkan diri kakak dan teman-teman kakak ke kalian supaya kita semua saling mengenal. Setelah kami memperkenalkan diri, nanti gantian ya kakak minta kalian yang memperkenalkan diri kalian. Bisa ?”

Setelah kesepakatan dibuat, maka Aprilia akan memimpin sesi perkenalan tiap anggota kepada masing-masing anak. Setiap anggota kelompok yang disebutkan namanya oleh Aprilia akan memperkenalkan diri berupa nama panggilan untuk memudahkan anak untuk mengenal dan memanggil nama anggota kelompok.

Kemudian tiap anak diminta untuk memperkenalkan dirinya dengan berdiri di depan teman-temannya dengan menyebutkan nama, usia, sekolah, hobi, cita-cita, serta apapun yang ingin anak tersebut perkenalkan, misalnya jumlah saudara atau aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Aprilia akan mewakili kelompok untuk meminta tiap-tiap anak untuk memperkenalkan diri sebagai berikut :

Nah, sekarang giliran adik-adik ya yang memperkenalkan diri. Ayo coba mulai dari yang paling kanan kakak, ayo berdiri dan maju ke depan untuk menyebutkan nama, umur, atau apapun tentang diri kalian”.

Setelah acara perkenalan selesai, Ade akan mengajak seluruh anak untuk bernyanyi. Sebelumnya, Ade akan menanyakan terlebih dahulu lagu apa yang mereka ketahui. Misalnya lagu balonku atau pelangi. Apabila sudah ditemukan 2 buah lagu yang hendak dinyanyikan, Ade akan mulai bernyanyi diikuti oleh seluruh anak dan juga anggota kelompok untuk memeriahkan suasana.  Kegiatan selanjutnya setelah bernyanyi adalah memperkenalkan jenis buah-buahan yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari misalnya pisang, jeruk, apel, tomat, dan sebagainya. Efrianty selaku pemimpin kegiatan pada sesi ini akan membagikan selebaran yang bergambarkan beberapa bentuk buah-buahan dan juga beberapa jenis buah sebagai contoh langsung dari jenis buah yang akan diperkenalkan kepada anak-anak. Selain memperkenalkan nama buah, anak-anak juga akan diperkenalkan warna dari buah tersebut. Kemudian Efrianty akan menginstruksikan anak-anak untuk mewarnai gambar-gambar buah pada kertas yang telah dibagikan sebelumnya. Sebelum kegiatan mewarnai dimulai, Aprilia dan Ade akan membagikan krayon sebagai alat bantu mewarnai kepada setiap anak. Dan Efrianty akan memberikan instruksi sebagai berikut :

"Adik-adik sudah mendapatkan krayon kan ? Nah dengan krayon itu, sekarang adik-adik bisa mewarnai gambar buah-buahan tadi. Warnai buah-buahnya sesuai dengan warna buah tersebut. Nanti kalau bingung, kalian bisa tanya ke kakak ya. Ayo di mulai..”

Setelah semua anak selesai mewarnai, seluruh kertas akan dikumpulkan oleh anggota kelompok. Kemudian Ade akan mengajak anak-anak untuk makan buah-buahan yang tadi digunakan untuk mengenalkan jenis buah-buahan bersama seluruh anggota kelompok. Selama kegiatan ini, seluruh anggota kelompok akan membantu anak-anak untuk membuka kulit buah ataupun menyuapi anak-anak agar anggota kelompok dapat semakin akrab dengan anak. Setelah selesai makan buah-buahan, Aprilia akan memberitahukan kepada seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan pertama telah selesai dan memberitahukan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kemudian kegiatan hari pertama ditutup dengan salam penutup.

2.      Pertemuan II
Ketika semua anak telah berkumpul, Zuhrati akan membuka kegiatan hari tersebut dengan salam pembuka dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan di hari tersebut.

"Assalamualaikum adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya, kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari ini..”

Selanjutnya, Efrianty akan membagikan clay craft kepada setiap anak dan mempersilakan mereka untuk membuat apapun yang mereka inginkan dengan menggunakan clay craft tersebut. Masing-masing anak akan didampingi oleh satu anggota kelompok yang bertugas untuk mengarahkan atau membantu anak dalam membentuk hal yang ingin dibuat. Setelahnya kegiatan dipimpin oleh Aprilia yaitu menceritakan sebuah dongeng tentang hewan dari sebuah buku dongeng yang telah disediakan oleh kelompok. Anak-anak akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka mendengar dan melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Aprilia. Setelah kegiatan selesai, anak-anak akan diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Aprilia mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi anak yang menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa makanan ringan untuk anak tersebut. Berikut ini instruksi yang disampaikan Aprilia kepada anak-anak pada saat sesi tanya jawab :

"Sekarang, kakak akan kasih beberapa pertanyaan tentang cerita yang tadi kakak bacain buat kalian. Siapa yang bisa jawab nanti tunjuk tangan ya. Yang berani menjawab nanti akan kami kasih hadiah. Jadi kalian harus menjawab supaya dapat hadiahnya. Pertanyaan yang kakak kasih ga akan susah. Kakak yakin kalian pasti bisa jawab. Oke kakak mulai ya, kalian siap-siap untuk tunjuk tangan..”

Setelah sesi tanya jawab dan pemberian reward selesai, Zuhrati memberitahukan kepada seluruh anak bahwa kegiatan di pertemuan hari tersebut telah selesai, dilanjutkan dengan pemberitahuan tentang jadwal pertemuan selanjutnya. Kegiatan hari kedua ditutup dengan salam penutup.

3.      Pertemuan III
Apabila semua anak telah berkumpul, sama seperti pertemuan sebelumnya, Ade akan membuka kegiatan hari tersebut dengan salam pembuka dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas yang mereka lakukan di hari tersebut.

"Assalamualaikum adik-adik semuanya, selamat pagi. Semuanya sehat kan? Akhirnya kita ketemu lagi. Masih ingat dengan kakak-kakak ini kan ? Nah hari ini, kami akan mengajak adik-adik semuanya untuk bermain dan belajar seperti kemarin. Tapi sebelumnya, kakak minta kalian satu persatu untuk menceritakan apa saja yang kalian lakukan hari ini. Kalau semuanya sudah bercerita, baru deh kita mulai untuk belajarnya lagi. Oke.. Ayo di mulai dari yang paling ujung dulu ayo sini maju ke samping kakak dan ceritakan di depan teman-temannya apa saja yang kamu lakukan hari ini..”

Selanjutnya kegiatan dipimpin oleh Zuhrati yaitu menceritakan sebuah dongeng yag berbeda dari cerita sebelumnya tentang hewan. Anak-anak akan diminta untuk duduk melingkar agar mempermudah mereka mendengar dan melihat gambar dari cerita yang dibacakan oleh Zuhrati. Setelah kegiatan selesai, seperti pertemuan sebelumnya juga, anak-anak akan diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Zuhrati mengenai cerita yang dibacakan sebelumnya. Bagi anak yang menjawab pertanyaan akan diberikan reward berupa makanan ringan untuk anak tersebut.

Kemudian, Efrianty akan memutarkan sebuah video mengenai huruf alphabeth. Zuhrati akan membantu Efrianty dalam memperkenalkan huruf-huruf kepada anak, sedangkan Ade akan menjadi operator laptop selama sesi ini berjalan. Setelah selesai, Ade akan menanyakan kesan-kesan tentang perasaan yang dirasakan semua anak dengan kegiatan yang kelompok lakukan selama beberapa hari ini, sebagai berikut :

"Nah, acara kita hari ini sudah selesai, sebelum kita pulang, kakak mau tanya ke kalian semua tentang belajar dan bermain kita. Ayo siapa yang mau ngomong, tunjuk tangannya. Siapa duluan yang bicara di depan. Kalian senang ga dengan kakak-kakak ? Suka ga dengan belajar sama kakak-kakak ? Kemarin kan kita udah mewarnai, udah baca cerita, udah dapat hadiah, udah main bentuk-bentuk lilin, tadi juga udah nonton kan, kalian senang ga ? Ayo siapa yang mau maju..”

Setelah mendengar semua kesan-kesan yang disampaikan seluruh anak, kelompok akan membagikan kenang-kenangan kepada masing-masing anak. Dan kegiatan ditutup oleh Ade dengan mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang telah menghabiskan beberapa waktu bersama kelompok untuk belajar dan bermain bersama. Di akhir kegiatan, Ade mengucapkan salam penutup dan saling bersalam-salaman antara kelompok dan anak-anak. Kegiatanpun selesai.

B.     Objek Observasi
1.      Pertemuan I
Ketika kelompok tiba di lokasi, terlihat sudah ada 1 orang anak yang datang bernama Abror. Abror masih tampak malu-malu saat kelompok mengajaknya berkenalan. Namun setelah mengajaknya berbicara beberapa kali, Abrorpun mulai mendekatkan jaraknya dengan kelompok dan mau diajak untuk berkenalan dan saling mengobrol. Sekitar 10 menit kemudian, 2 orang anak lainnya yaitu Fadhil dan Asya juga tiba di lokasi. Sama seperti Abror, Fadhil dan Asya awalnya juga masih malu-malu jika diajak untuk berkenalan maupun berbicara.

Karena seluruh anak telah tiba, maka kegiatanpun dimulai. Aprilia membuka kegiatan dengan salam dan perkenalan singkat dari masing-masing anggota kelompok kepada anak-anak. Kemudian Aprilia melanjutkan dengan meminta anak-anak untuk mengenalkan diri mereka satu persatu. Karena masih malu-malu, awalnya mereka hanya memperkenalkan nama saja. Harus ditanyakan terlebih dahulu, baru mereka mau menjawab pertanyaan tentang mereka. Misalnya tentang usia, atau kegiatan apa yang mereka lakukan. Saat Ade mengajak mereka bernyanyi, akhirnya diputuskan hanya lagu balonku yang dinyanyikan dan saat itu mulai tampak bahwa anak-anak sudah cukup nyaman dengan kelompok. Hal ini ditandai dengan semakin dekatnya jarak duduk antara anak dan anggota kelompok. Awalnya mereka duduk agak jauh dari anggota kelompok namun lama kelamaan jaraknya semakin dekat bahkan Fadhil sempat bersandar dengan Ade. Dari semua anak, Fadhilpun tampak lebih mudah akrab dan banyak bicara dibandingkan Abror dan Asya.

Saat kelompok berbicara, anak-anak juga telah melakukan kontak mata ketika mendengarkan instruksi ataupun penjelasan yang disampaikan. Anak-anak juga antusias dalam menyebutkan nama-nama buah yang ditunjukkan oleh Efrianty. Suara mereka keras saat menyebutkan nama-nama buah. Ketika mewarnai, Asya terlihat kalem sehingga Ade beberapa mulai mengajaknya berkomunikasi dengan menanyakan beberapa pertanyaan berkaitan dengan warna dan gambar. Fadhil lebih banyak berbicara saat mewarnai, menjelaskan warna apa saja yang diinginkannya untuk gambar-gambar tersebut. Misalnya warna daun hijau, warna apel merah. Abror juga banyak berbicara, dia didampingi oleh Efrianty dan sesekali tampak Efrianty membantunya menjelaskan nama-nama warna. Saat mendengarkan penjelasan, Efrianty menunjukkan warna di krayon dan Abror memperhatikannya dan melanjutkan kembali kegiatan mewarnainya.

Karena waktu untuk mewarnai cukup lama, kegiatan makan bersama tidak dilaksanakan. Aprilia langsung menutup kegiatan dengan bertanya apakah masih mau datang di pertemuan selanjutnya untuk belajar dan bermain bersama. Mereka serempak menjawab iya. Dan Aprilpun memberitahukan jadwal selanjutnya. Mengucapkan terima kasih atas kedatangan anak-anak, mengucapkan salam penutup, dan kegiatan di pertemuan pertamapun berakhir.

2.      Pertemuan II
Pada pertemuan kedua, anak-anak yang menjadi peserta sudah mulai mengenal kami. Sehingga mereka tidak begitu malu-malu seperti saat pertama jumpa. Pada saat pembukaan yang dilakukan oleh Zuhrati, anak-anak tersebut sudah duduk rapi dan bersiap mendengarkan. Saat memulainya, Zuhrati menggunakan kata-kata tepat dan kalimat yang pas. Misalnya seperti, ‘Selamat siang adik-adik. Apakah adik-adik sudah pada makan siang? Kontak mata yang dibangun oleh Zuhrati sudah cukup bagus namun ada beberapa adik-adik yang tidak terjalin kontak matanya dengan Zuhrati saat Zuhrati berbicara.

Pada saat bermainan clay craft yang dibawakan oleh Efrianty, ia mulai membangun kontak mata dengan anak-anak tersebut. Namun, tidak semua anak bisa ia jangkau. Sehingga, dua teman yang lain seperti Zuhrati dan Aprilia membantunya untuk menangani anak-anak tersebut. Apalagi saat menjelaskan bentuk yang akan dibuat, anak-anak tidak semuanya fokus dan memperhatikan ke depan. Sehingga, Efrianty mengarahkan adik-adik itu untuk mengikuti arahan yang dibantu oleh dua orang lainnya. Pada saat berbicara, pemilihan kata-kata cukup bagus namun terkadang tidak mengikuti tata bahasa Indonesia yang sesuai dengan EyD. Misalnya seperti, ‘Adik buat apa?’. Penggunaan body language lumayan bagus. Misalnya seperti, mimik wajah yang diperlihatkan. Anak-anak itu begitu antusias saat bermain clay craft. Hal ini terlihat saat anak-anak tersebut membuat kreasi sendiri-sendiri. Awalnya susah meminta anak-anak itu untuk fokus dan mengikuti arahan dari depan. Karena, mereka mencoba bermain dengan kreasi sendiri. Namun, setelah diajak untuk membuat hal yang mereka sukai, mereka langsung antusias dan mengikuti arahan di depan. Namun, tidak semua anak mengikuti arahan tersebut, sehingga Efrianty mendekati salah seorang anak untuk mengikuti arahan yang dibuatnya. Di antara mereka, ada yang membuat robot-robotan, pesawat, huruf, buah, dan sebagainya.

Pada saat story telling, anak tidak terlalu semangat dan antusias. Anak-anak tersebut mulai bosan. Sehingga, anak-anak diajak untuk melihat gambar yang ada di buku cerita terlebih dahulu untuk membuat mereka tertarik. Setelah diperlihatkan gambar oleh Aprilia , mereka pun mau mendengarkan cerita. Dipertengahan story telling, anak-anak terlihat bosan. Dan Aprilia tidak bisa menjangkau semua anak-anak tersebut untuk mendengarkan. Sehingga, Zuhrati mencoba untuk membujuk salah seorang anak yang sudah tidak mengikuti lagi kegiatan tersebut. Pada saat menceritakan tersebut, Aprilia tidak menggunakan bahasa yang ada di buku cerita, ia menggunakan bahasa sendiri dan membuat semenarik mungkin dan setepat mungkin membuat ekspresi yang pas dan intonasi suara yang pas. Untuk anak yang masih mendengarkan, anak tersebut sudah tidak sabar dengan kelanjutan ceritanya dan selalu mengatakan, ‘terus kak’. Saat sesi tanya jawab, anak tersebutlah yang paling banyak menjawab pertanyaan, sedangkan yang tidak terlalu menyimak hanya menjawab namun beberapa kali jawabannya salah.

Tibalah saat penutupan, Zuhrati mulai melakukan penutupan dengan mengajak anak-anak tersebut menceritakan tentang kegiatan yang mereka lakukan hari ini. Dan meminta setiap anak untuk menceritakannya. Pada saat menceritakan, anak-anak ada yang bisa menceritakan dan ada yang tidak. Dan pada saat penutupan tersebut, banyak tepuk tangan yang dilakukan untuk memberikan mereka semangat untuk terus belajar. Dan mengatakan, ‘bagus atau pintar’, untuk membuat mereka tetap semangat walau ada yang tidak bisa menceritakan sampai selesai kegiatan yang dilakukannya hari ini. Dan setelah itu, anak-anak mendapatkan reward untuk dibawa pulang.

3.      Pertemuan III
Pada pertemuan ketiga, anak-anak yang menjadi peserta sudah menegur kami terlebih dahulu. Saat pembukaan yang dilakukan oleh Ade , anak-anak sudah duduk rapi tidak sabar mengikuti kegiatan yang akan dilakukan. Dalam pemilihan kata-kata, Ade lumayan tepat dalam pemilihan kata-katanya dan kalimat yang digunakan juga dimengerti oleh anak-anak. Tangan dan badan Ade ikut digerakkan saat ia mulai menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Dan saat bertanya kepada adik-adik, aktivitas apa yang sudah mereka lakukan sebelum datang.

Pada story telling yang dibawakan oleh Zuhrati, anak-anak antusias untuk mendengarkan. Tetapi, anak-anak tidak terlalu fokus dan anak-anak mengajak berbicara kakak-kakak yang lain. Dan kakak-kakak yang lain, mulai mengarahkan anak-anak tersebut untuk mendengarkan ceritanya. Dikarenakan anak-anak sudah mulai tidak mau mendengarkan, Zuhrati mulai mengganti cara berceritanya. Ia bercerita dengan menunjukkan gambar dan menceritakannya melalui gambar dan menggunakan bahasa sendiri, yang membuat anak-anak kembali mendengarkan cerita tersebut. Dan setelah cerita selesai, Zuhrati mengajukan kepada anak-anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dan yang menjawab paling banyak mendapat banyak reward lebih banyak. Pada saat itu, anak-anak mulai antusias menjawab dan rebutan menjawab, yang awalnya malu-malu untuk menjawab pertanyaan.

Setelah story telling, dilanjutkan dengan menampilkan video alphabeth kepada anak-anak yang dibawakan oleh Efrianty. Pada awalnya, anak-anak antusias melihat, mendengar, dan mengucapkannya. Namun, ditengah-tengah video tersebut ada salah satu anak yang sudah bosan dan tidak mau melihat, mendengarkan, dan mengucapkannya. Anak tersebut melakukan aktivitas yang lain, yang membuatnya tidak bosan. Sehingga, Ade mencoba untuk membujukkan. Dikarenakan ada salah satu anak yang tidak mau mengikuti arahan, sehingga Efrianty mengubah cara belajarnya. Efrianty mencoba mengenalkan alphabeth sambil bermain dengan clay craft. Berdasarkan bentuk huruf yang dibuat dari lilin tersebut, anak-anak kembali mau belajar walau membuat mereka juga ikut membuat huruf tersebut. Pemilihan kata-kata yang digunakan sudah cukup tepat.

Pada saat penutupan, Ade meminta anak-anak tersebut untuk menceritakan apa yang mereka rasakan selama mengikuti kegiatan ini. Seperti salah seorang anak yang mengatakan,’senang’, saat melakukan kegiatan-kegiatan ini. Saat itu, Ade Yunika tidak bisa menjangkau mata semua anak-anak tersebut dan ketika ada salah seorang anak mengajaknya berbicara, Ade Yunika tidak dengar sehingga ia tidak membalas perbincangan anak tersebut. Sehingga, anak tersebut merajuk dan meminta untuk pulang. Efrianty dan Zuhrati coba membujuk adik itu untuk tidak pulang. Tapi anak tersebut tetap meminta pulang, lalu Zuhrati mengatakan bahwa nanti akan diberikan hadiah lagi. Anak tersebut mau dan kembali duduk bersama dengan teman-temannya yang lain.

Setelah selesai menyampaikan kesan-kesannya, Ade membagikan hadiah sebagai kenang-kenangan ke anak-anak tersebut. Dan kami berpoto bersama dengan anak-anak tersebut. Setelah selesai bagi-bagi hadiah, kami membubarkan kegiatan. Namun anak yang merajuk tadi, tidak ingin pulang. Dan kelompok mulai mencoba kembali untuk membujuk anak tersebut. Dan penutupan kami akhiri dengan salam-salaman.

IV.   Evaluasi
Pada saat pemberian materi, anak-anak sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang kelompok berikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon yang diberikan saat kegiatan berlangsung. Di mana dalam kegiatan ini kelompok menggunakan strategi mengajar yang dapat digunakan oleh guru, namun kelompok hanya menggunakan tiga dari lima strategi yaitu sebagai berikut:
a.       Pelatihan dan pelatihan lanjut
Melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu dan memperkuat setiap kemajuan. 
Dalam kegiatan mengajar, kelompok memilih langkah-langkah dan kegiatan-kegiatan tertentu dengan mempertimbangkan kemampuan dan latar belakang pendidikan anak agar tujuan dari pembelajaran tersebut tersampaikan. Ada beberapa kegiatan yang saling berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga saling terkait dan membantu anak lebih memahami materi yang disampaikan dengan lebih mendalam lagi.
b.      Ceramah dan menjelaskan
Menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami,  mudah diproses, dan diingat.
Dalam menyampaikan pengajaran, kelompok memilih cara-cara penyampaian tertentu dengan menggunakan pemilihan kalimat yang mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh anak. Cara-cara yang digunakanpun bermacam-macam. Hal ini dimaksudkan untuk mempemudah anak dalam memproses informasi-informasi yang mereka dapatkan dalam bentuk yang mudah untuk mereka terima. Sehingga dengan strategi-strategi tertentu, informasi tersebut lebih mudah tersampaikan dan diingat oleh anak.
c.       Kelompok dan tim
Berbagi informasi, bekerja sama secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok. 
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan teori mengenai pedagogi modern, di mana pedagogi modern/efektif menggabungkan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki keterhubungan dengan dunia yang lebih luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapan pada semua pelajaran. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mengajar yang bervariasi.
Pada kegiatan memperkenalkan jenis buah-buahan, sebenarnya anak-anak sudah mengetahui beberapa jenis buah-buahan tetapi dengan kelompok memperkenal lebih banyak lagi, anak-anak semakin banyak mengenal jenis buah-buahan yang ada di lingkungan sekitarnya. Hal ini juga tampak pada saat memperkenalkan alphabeth dengan menampilkan video bentuk-bentuk alphabethanak-anak semakin bersemangat untuk mengenal alphabethJuga pada saat bermain clay craft, ada anak-anak yang membuat bentuk buah-buahan dan ada juga yang membuat bentuk alphabeth.
Di sini juga terlihat bahwa seni mengajar sangat diperlukan dalam kegiatan ini, karena sasaran yang diajarkan adalah anak-anak yang masih berumur 4-6 tahun, di mana mereka hanya dapat berpikir secara konkrit, sehingga kelompok dituntut harus mempunyai seni mengajar yang disesuaikan dan banyak melakukan improvisasi agar suasana tidak membosankan dan pentransformasian ilmu dapat berjalan dengan baik.